Saterdag 08 Junie 2013

Laporan Jamur Makro dan Mikro

LAPORAN PRAKTIKUM TAKSONOMI 1

A.      Judul                   :  Jamur Mikroskopis dan Jamur Makroskopis
B.       Hari, Tanggal     :  Praktikum 1 jamur mikroskopis 10 April 2013
    Praktikum II jamur mikroskopis 17 April 2013
    Praktikum jamur makroskopis 24 April 2013
C.    Tujuan                 : Mengetahui,mendiskripsikan dan mengklasifikasi
  berbagai macam spesies serta ciri-ciri dari jamur        mikroskopis dan makroskopis.
D.      Dasar Teori
Jamur atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof. Berikut adalah ciri-ciri dari jamur (fungi):
1.      Bersel banyak (multiseluler), tetapi ada sebagian kecil yang bersel tunggal.
2.      Inti sel sudah memiliki membran inti (eukariotik).
3.      Tidak memiliki klorofil dan bersifat heterotrof baik secara parasit maupun saprofit.
4.      Dinding sel tersusun atas zat kitin, glukan dan manan.
5.      Tubuh tersusun atas benang-benang halus yang disebut hifa.
6.      Percabangan hifa membentuk jaringan miselium yang berfungsi untuk menyimpan makanan.
7.      Hidup di tempat yang kaya akan zat organik, lembap, dan kurang cahaya.
8.      Perkembangbiakan secara tidak kawin melalui proses pembelahan dan secara kawin melalui peleburan inti sel dari dua sel induk.
9.      Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Klasifikasi Jamur (Fungi)
Secara filogenik, jamur diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:
a.      Zygomycota
Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa senositik yang tidak bersekat. Sekat hanya ditemukan pada hifa bagian tubuh yang membentuk alat perkembangbiakan. Zygomycota memiliki tiga jenis hifa, yaitu Stolon (hifa yang menjalar di permukaan substrat), Rizoid (hifa yang menembus ke dalam substrat), dan Sporangiospor (hifa yang menjulang ke atas membentuk sporangium).
Ciri khas dari jamur jenis ini ada pada cara perkembangbiakan kawinnya, yaitu melalui peleburan gamet yang membentuk zigospora. Sedangkan, perkembangbiakan tidak kawinnya dengan sporangium. Contoh:
1.      Rhizopus stolonifer, pengurai bagian sisa organik pada tanaman ubi jalar dan dimanfaatkan pada proses pembuatan tempe.
2.      Mucor mucedo, hidup secara saprofit pada roti atau kotoran hewan.

b.      Ascomycota
Tubuh tersusun atas miselium dengan hifa yang bersekat (bersepta). Pada umumnya, hidup di lingkungan berair, bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah. Ascomycota memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut askus (konidia).
Ciri khas pada jamur jenis ascomy adalah pada perkembangbiakan kawin membentuk askospora. Perkembangbiakan tidak kawinnya dilakukan dengan membentuk konidium, tunas dan fragmentasi. Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, yaitu Saccharomyces cereviceae atau dikenal dengan (yeast).
Berdasarkan bentuk askokarp yang dihasilkan, jamur ascomycota terbagi menjadi empat, yaitu:
1.      Kleistotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang memiliki askokarp berbentuk bulat tertutup (ciri dari kelas Plectomyces). Contoh: jamur dari genus Penicillium dan Aspergillus.
2.      Peritesium, yaitu kelompok jamur yang memiliki askokarp berbentuk botol (ciri dari genus Pyrenomycetes). Contoh: Neurospora, Roselinia arcuata, dan Xylaria tabacina.
3.      Apotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang askokarpnya berbentuk seperti cawan atau mangkok. Contoh: Peziza aurantia (hidup sebagai saprofit di sampah), Marshella esculenta dan Tuber sp. yang dimanfaatkan sebagai makanan.
4.      Askus te-lanjang, yaitu golongan jamur ascomycota yang tidak memiliki askokarp (tidak membentuk badan buah) dan merupakan ciri dari kelas Protoascomycetes. Contoh: Saccharomyces cereviceae, Candida albicans, dan Tricoderma.
Contoh jamur jenis ascomycota beserta peranannya, yaitu:
o   Aspergillus oryzae, sebagai pelunak adonan roti.
o   Penicilium notatum dan Penicilli chrysogenum sebagai  penghasil antibiotik penisilin.
o   Aspergillus wentii, yang dimanfaatkan dalam pembuatan kecap.
o   Candida albicans, penyebab penyakit kandidiasis, yaitu penyakit pada selaput lendir mulut vagi-na dan saluran pencernaan.
c.        Basidiomycota
Ciri umum jamur ini adalah hifanya bersekat dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang berpasangan). Bentuk tubuh makroskopis sehingga dapat dilihat langsung, bentuk tubuh buahnya (basidiokarp) yang menyerupai payung dan terdiri atas batang dan tudung.
Bagian bawah tudung terdapat lembaran-lembaran bilah sebagai tempat terbentuknya basidium. Perkembangbiakan tidak kawin ditandai dengan pembentukan konidium. Sedangkan, fase perkembangbiakan kawinnya dengan pembelahan basidiospora yang terbentuk pada basidium yang berbentuk ganda.
Sebagian besar jamur jenis ini dimanfaatkan sebagai makanan karena mengandung nilai gizi yang tinggi. Contoh:
·         Jamur merang (VoIvarieIIa volvaceae), hidup pada lingkungan dengan kelembapan tinggi dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
·         Jamur kuping (Auricularia polytricha), tubuh berwarna cokelat kehitaman, hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk, dan umumnya digunakan sebagai campuran sup.
·         Jamur shitake, hidup pada batang kayu dan banyak dibudidayakan di Jepang dan Cina sebagai bahan makanan.
·         Puccinia graminis, merupakan parasit pada rumput.
·         Ganoderma applanatum, penyebab kerusakan pada kayu.

d.      Deuteromycota
Ciri umum jamur ini adalah hifa bersifat membentuk konidia dan belum diketahui fase perkembangbiakannya sehingga sering disebut sebagai fungi imperfecti (jamur tidak sempurna). Hidup sebagai parasit.

E.       Alat dan Bahan
·         Alat                                                              Bahan
a.       2 mikroskop                                    -  Jamur nasi
b.      7 cover glass                                    -   Jamur tape
c.       7 objek glass                                    -  Jamur tempe
d.      Pipet                                                -  Jamur pisang
e.       Cawan petri                                     -  Jamur roti
f.       Kamera                                            -  Jamur jagung
g.      Kertas HVS                                     -  Jamur kentang
h.      Pensil
i.        Penghapus
j.        Jarum pentul
·         Alat dan Bahan Makroskopik
a.    Awetan jamur makroskopik
b.    Tissue
c.    Kertas HVS
d.   Kamera
e.    Pensil
                                                                                                                                           
F.       Langkah Kerja
·         Jamur Mikro
1.      Menyiapkan alat dan bahan.
2.      Membersihkan alat seperti kaca preparat, kaca penutup, jarum pentul, cawan petri dengan menggunakan alkohol.
3.      Mengambil sedikit misellium jamur pada salah satu makanan dan meletakkan dglas objek.
4.      Mengamati dengan mikroskop dan mengambar hasil pengamatan  tersebut, kemudian membandingkan gambar dengan gambar pembanding yang dambil dari kamera.
5.      Mengklasifikasikan jenis jamur yang kita amati.
·         Jamur Makro
1. Mengambil preparat jenis awetan jamur yang sudah ditentukan
2. Mengamati preparat tersebut dan menggambarnya jenis awetan tersebut.
3. Mengklasifikasi jamur yang telah di gambar.
-           
G.      Hasil pengamatan
·         Jamur mikro
Praktikum 1
Jamur tempe
Rhizopus sp
Jamur tape
Saccharomyces sp
Jamur pisang

Jamur jeruk

Jamur tomat


Praktikum 2
Jamur roti
Mucor mucedo
Jamur nasi
Rhizopus oryzae
Jamur jeruk
Penicillium sp
Jamur kentang
Mucor sp
Jamur jagung
Mucor sp
Jamur emping
Rhizopus sp

·         Jamur makro
Gambar
Klasifikasi
       Jamur Tiram Putih
        







  Kingdom : Fungi

  Divisio     : Basidiomycota

  Class        : Basidiomycetes

                Ordo        : Agaricales

  Familia    : Agaricaceae  

  Genus      : Pleurotus

  Species    : Pleurotus ostreatus

      Jamur Merang
       
       

  Kingdom : Fungi

  Divisio     : Basidiomycota

   Class        : Homobasidiomycetes

  Ordo        : Agaricaceae

  Familia    : Pluteaceae

  Genus      : Volvariella

  Species    : Volvariella vulvacea

     Jamur Kayu


  Kingdom : Fungi

 
 Divisio     : Basidiomycota

  Class        : Agaricomycetes

  Ordo        : Polyporales

  Familia    : Ganadermataceae
  
  Genus      : Ganadermata

  Species    : Ganaderma apiantum


       Jamur Paku
       
        

  Kingdom : Fungi

  Divisio     : Basidiomycota

   Class        : Basiomycetes

  Ordo        : Agaricales

  Familia    : Marasimyaceae
   
  Genus      : Lentinula

  Species    : Lentinula edodes

      Jamur Kuping

                Kingdom : Fungi

  Divisio     : Basidiomycota

  Class        : Heterobasidiomycetes

  Ordo        : Auricuraliales

   Familia    : Auricuraliaceae
  
  Genus      : Auricularia

  Species    : Auricularia polyticha


H.    Pembahasan

·         Jamur Mikro

1.    Zygomycota
Zygomycota dikenal sebagai jamur zigospora (bentuk spora berdinding tebal.
a.    Ciri-ciri Zygomycota
-          Hifa tidak bersekat dan bersifat koenositik (mempunyai beberapa inti).
-          Dinding sel tersusun dari kitin.
-          Reproduksi aseksual dan seksual.
-          Hifa berfungsi untuk menyerap makanan, yang disebut rhizoid.
Contoh :
·          Rhizophus stolonifer, Tumbuh pada roti
·         Rhizophus oryzae,  Jamur  tempe
·         Rhizophus nigricans, Menghasilkan asam fumarat
·         Mucor mucedo, Saprofit pada  kotoran ternak dan makanan
b.    Reproduksi Zygomiyota
o    Aseksual
Ujung hifa membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora. Bila spora jatuh di tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru. Tubuh jamur terdiri dari rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya, dan stolon. Sporangium menghasilkan spora baru.
o    Seksual
Dua ujung hifa berbeda, yaitu hifa– dan hifa+ bersentuhan. Kedua ujung hifa menggelembung membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid. Inti haploid gametangium melebur membentuk zigospora diploid. Zigospora berkecambah tumbuh menjadi sporangium. Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora haploid. Spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi hifa.
2.   Ascomycota
a. Ciri-ciri Ascomycota
-          Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti satu.
-          Bersel satu atau bersel banyak.
-          Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
-          Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus, yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
-          Dinding sel dari zat kitin.
-          Reproduksi seksual dan aseksual.


b.  Contoh:
·         Sacharomyces cereviceae (ragi/khamir), untuk pembuatan roti sehingga roti dapat mengembang, dan mengubah glukosa menjadi alkohol (pada pembuatan tape).
·         Penicilium
-          Penicillium chrysogenum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
-          Penicillium notatum, untuk pembuatan antibiotik penisilin.
-          Penicillium notatum, untuk menambah cita rasa (pembuatan keju)
-          Penicillium camemberti, untuk menambah cita rasa (pembuatan keju)
·         Aspergilus
-          Aspergillus wentii, untuk Pembuatan kecap dan Tauco
-          Aspergillus niger, untuk Menghilangkan O2 pada sari buah
-          Aspergillus flavus, menghasilkan racun Aflatoksin yang  menyebabkan kanker hati (hepatitis)
-          Aspergillus fumigatus, penyebab Penyakit paru-paru pada  aves
-          Neurospora sitophilla, untuk pembuatan oncom.
-          Neurospora crassa, untuk pembuatan oncom dan penelitian genetika, karena daur hidup seksualnya hanya sebentar.
-          Candida albicans, bersifat parasit, menyebabkan penyakit pada vagina

3.   Basidiomycota
Sering dikenal dengan jamur gada karena memiliki organ penghasil spora berbentuk gada (basidia)
·         Ciri-ciri Basidiomycota
-          Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.
-          Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium. Tubuh buah disebut basidiokarp.
-          Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
-          Reproduksi secara seksual (dengan askospora) dan aseksual (konidia).
Contoh Basidiomycota
·         Volvariela volvacea (jamur merang)
·         Auricularia polytricha (jamur kuping)
·         Pleurotus sp (jamur tiram)
·         Polyporus giganteus (jamur papan)
·         Amanita phaloides hidup pada kotoran ternak dan menghasilkan racun yang mematikan
·         Puccinia graminis (jamur karat) parasit pada tumbuhan graminae (jagung)
·         Ustilago maydis parasit pada tanaman jagung
·         Ganoderma aplanatum (jamur kayu)
·         Jamur Shitake

5.      Deuteromycota Sering dikenal sebagai fungi imperfecti (jamur yang tak sebenarnya), karena  belum diketahui perkembangbiakannya  secara seksual
a.    Ciri-ciri Deuteromycota
·         Hifa bersekat, tubuh berukuran mikroskopis
·         Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup saprofit pada sampah
·         Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum diketahui.
·         Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit pada hewan-hewan ternak, manusia, dan tanaman budidaya
b.   Contoh Deuteromycota
·         Epidermophyton floocosum, menyebabkan kutu air.
·         Epidermophyton, Microsporum, penyebab penyakit kurap.
·         Melazasia fur-fur, penyebab panu.
·         Altenaria Sp. hidup pada tanaman kentang.
·         Fusarium, hidup pada tanaman tomat.
·         Trychophyton tonsurans, menimbulkan ketombe di kepala
·        Jamur Makro
o   Jamur Tiram Putih
Ciri-ciri :
-          Tubuh buah berwarna putih hingga krem
-          Tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung
-          Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping
Morfologi
-          Tudung merupakan tubuh buah dari jamur.
-          Lamella merupakan lembaran-lambaran yang terdapat dibawah tudung.
-          Tangkai merupan badan yang mendukung tudung/tubuh buah.
-          Substrat adalah tempat hidup jamur.
Anatomi
-          Jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm.
-          Miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.

Manfaat :
-          sebagai makanan
-           menurunkan kolesterol,
-          sebagai antibakterial dan antitumor,
-          serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi.
-          Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda.
Habitat :
-          Ditemukan di hutan bawah pohon berdaun lebar/ dibawah tanaman berkayu.
Perkembangbiakan :
-          Reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium.
-          Secara seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa.
o   Jamur Merang
Ciri-ciri :
-          Tubuh buah yang masih muda berbentuk bulat telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung.
-          Pada tubuh buah jamur merang dewasa, tudung berkembang seperti cawan berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian batang berwarna coklat muda.
-          Jamur merang yang dijual untuk keperluan konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang.
No
Ciri – ciri
Volvariella volvaceae
1.


2.


3.


4


5..
Bentuk tubuh


Substrat


Struktur organ


Warna


Alat reproduksi
Bentuk payung dengan tangkai yang letaknya sentral

Tempat yang lembab,pada tumpukan jerami yang lembab(saprofit)

Spora,himenium,basidiocarp,substrat,himefora,velum universal bursa,thallus,anulus.

Coklat,gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung

Dengan basidiospora yang terdapat pada basidium

Manfaat :
-          Sebagai bahan dasar masakan dan makanan ringan.
-          Kandungan antibiotiknya berguna untuk pencegahan penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit kanker.
-          Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar racun.
o     Jamur Kayu
Ciri-ciri :
-           Tubuh terdiri dari satu sel (uniseluller) dan bersel banyak (multiseluller). Sel berbentuk benang (hifa).
-          Hifa akan bercabang-cabang membentuk bangunan seperti anyaman yang disebut miselium.
-          Ganoderma applanatum tubuh buahnya berbentuk setengah lingkaran, banyak terdapat pada kayu lapuk.
-          tidak mempunyai batang dan bertumbuh di atas batang-batang.
-          Cendawan yang baru bertumbuh berwarna kuning muda kecoklatan, setelah itu Ganoderma applanatum akan berubah warna menjadi coklat.
NO
Ciri-Ciri
Ganoderma applanatum
1
Bentuk tubuh
Seperti kipas,berbentuk setengah lingkaran
2
Substrat
Pada kayu-kayu yang telah lapuk
3
Struktur Organ
Basidium,himenium,basidicarp,himenofora,lamella,tallus
4
Warna
Coklat,tepinya putih(atas).
5
Alat Reproduksi
Spora,Fragmentasi

Habitat :
-          Hidup pada tempat yang lembab dan tidak menyukai akan adanya cahaya.
Perkembangbiakan :
-          vegetatif : spora vegetatif
-          fragmentasim(pemisahan)
Reproduksi aseksual dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk spora pada basidium.
o     Jamur Paku
Ciri-ciri :
-          Batang dari tubuh buah sering melengkung, karena shiitake tumbuh ke atas dari permukaan batang kayu yang diberdirikan.
-          Payung terbuka lebar, berwarna coklat tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas permukaan payung, sedangkan bagian bawah payung berwarna putih
Manfaat :
-          Jamur shiitake segar atau dalam bentuk kering sering digunakan dalam berbagai masakan di banyak negara.
-          Shiitake segar biasanya dimakan sebelum payung bagian bawah berubah warna. Batang shiitake agak keras dan umumnya tidak digunakan dalam masakan.
Habitat :
-          tumbuh di permukaan batang kayu yang melapuk
o   Jamur Kuping
Ciri-ciri :
-          Memiliki tubuh buah yang kenyal (mirip gelatin) jika dalam keadaan segar.
-          Namun, pada keadaan kering, tubuh buah dari jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang.
-          Bagian tubuh buah dari jamur kuping berbentuk seperti mangkuk atau kadang dengan cuping seperti kuping, memiliki diameter 2-15 cm, tipis berdaging, dan kenyal.
Manfaat :
-          Untuk mengurangi penyakit panas dalam dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.
-          Bila jamur kuping dipanaskan maka lendir yang dihasilkannya memiliki khasiat sebagai penangkal (menonaktifkan) zat-zat racun yang terbawa dalam makanan, baik dalam bentuk racun nabati, racun residu pestisida, maupun racun berbentuk logam berat.
-          Kandungan senyawa yang terdapat dalam lendir jamur kuping juga efektif untuk menghambat pertumbuhan karsinoma dan sarkoma (sel kanker) hingga 80-90% serta berfungsi sebagai zat anti koagulan (mencegah dan menghambat proses penggumpalan darah).
-          Untuk mengatasi penyakit darah tinggi (hipertensi), pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah, kekurangan darah (anemia), mengobati penyakit wasir (ambeien), dan memperlancar proses buang air besar
Habitat :
-          Menempel di kayu.
Perkembangbiakan :
-          Cara reproduksi vegetatif dari jamur kuping adalah dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium.
-          reproduksi generatif jamur kuping adalah dengan menggunakan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan yang disebut basidiokarp, yang selanjutnya menghasilkan spora yang disebut basidiospora.

I.       Kesimpulan
1.      Jamur atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof.
2.      Pada jamur yaitu tidak memiliki klorofil dan tidak dapat melakukan proses fotosintesis
3.      Berdasarkan hasil pengamatan Pada jamur makro yaitu Lentinula edodes, Auricularia polytricha, Volvariella volvaceae, Pleurotus astreatus, sedangkan pada jamur mikro yaitu Rhizopus oryzae, Aspergillus oryzar, Saccharomyces cerevisiae, Mucor mucedo.
4.      Percabangan hifa membentuk jaringan miselium yang berfungsi untuk menyimpan makanan.
5.      Sedangkan jamur yang kita amati pada praktikum adalah:
a.       Jamur Tempe (Rhizopus oligosporus) : bentuknya menyerupai akar/ rhizoid, koloni jamur ini berwarna putih pada permukaan tempe, hifa tidak bersekat, dan termasuk pada divisi Zygomycota jamur ini bermanfaat dalam pembuatan tempe.
b.      Jamur Roti (Mucor mucedo): bentuk seperti benang putih dan ada juga yang berbnetuk sperti jarum pentul, koloni ini titik-titik hitam, hifa tidak bersekat dan termasuk pada divisi Zygomycota.
J.      Daftar pustaka
-          Waluyo, Lud, 2005.Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah : Malang.
-          Kimball, J.W. 1983.Biologi Jilid 3 Edisi 5. Jakarta. Erlangga
-          Cambell, N. A. 2003. Biologi Edisi kelima-Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

-          Tjitrosoepomo,Gembong.Taksonomi Tumbuhan.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 1989.