LAPORAN
PRAKTIKUM TAKSONOMI
1
A. Judul : Jamur
Mikroskopis dan Jamur Makroskopis
B. Hari,
Tanggal : Praktikum 1 jamur mikroskopis 10 April 2013
Praktikum II jamur mikroskopis 17 April 2013
Praktikum
jamur makroskopis 24 April 2013
C. Tujuan : Mengetahui,mendiskripsikan dan
mengklasifikasi
berbagai
macam spesies serta ciri-ciri dari jamur mikroskopis dan makroskopis.
D. Dasar
Teori
Jamur
atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof.
Berikut adalah ciri-ciri dari jamur (fungi):
1.
Bersel banyak
(multiseluler), tetapi ada sebagian kecil yang bersel tunggal.
3.
Tidak memiliki
klorofil dan bersifat heterotrof baik secara parasit maupun saprofit.
4.
Dinding sel tersusun
atas zat kitin, glukan dan manan.
5.
Tubuh tersusun atas
benang-benang halus yang disebut hifa.
6.
Percabangan hifa
membentuk jaringan miselium yang berfungsi untuk menyimpan makanan.
7.
Hidup di tempat yang
kaya akan zat organik, lembap, dan kurang cahaya.
8.
Perkembangbiakan
secara tidak kawin melalui proses pembelahan dan secara kawin melalui peleburan
inti sel dari dua sel induk.
9.
Tidak memiliki akar,
batang, dan daun sejati.
Klasifikasi
Jamur (Fungi)
Secara
filogenik, jamur diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:
a. Zygomycota
Tubuh Zygomycota
tersusun atas hifa senositik yang tidak bersekat. Sekat hanya ditemukan pada
hifa bagian tubuh yang membentuk alat perkembangbiakan. Zygomycota memiliki
tiga jenis hifa, yaitu Stolon (hifa yang menjalar di permukaan
substrat), Rizoid (hifa yang menembus ke dalam substrat), dan Sporangiospor
(hifa yang menjulang ke atas membentuk sporangium).
Ciri khas dari jamur
jenis ini ada pada cara perkembangbiakan kawinnya, yaitu melalui peleburan
gamet yang membentuk zigospora. Sedangkan, perkembangbiakan tidak kawinnya
dengan sporangium. Contoh:
1. Rhizopus stolonifer,
pengurai bagian sisa organik pada tanaman ubi jalar dan dimanfaatkan pada
proses pembuatan tempe.
b. Ascomycota
Tubuh tersusun atas
miselium dengan hifa yang bersekat (bersepta). Pada umumnya, hidup di lingkungan
berair, bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah. Ascomycota
memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut
askus (konidia).
Ciri khas pada jamur
jenis ascomy adalah pada perkembangbiakan kawin membentuk askospora.
Perkembangbiakan tidak kawinnya dilakukan dengan membentuk konidium, tunas dan
fragmentasi. Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, yaitu Saccharomyces
cereviceae atau dikenal dengan (yeast).
Berdasarkan bentuk
askokarp yang dihasilkan, jamur ascomycota terbagi menjadi empat, yaitu:
1. Kleistotesium,
yaitu kelompok jamur ascomycota yang memiliki askokarp berbentuk bulat tertutup
(ciri dari kelas Plectomyces). Contoh: jamur dari genus Penicillium dan Aspergillus.
2. Peritesium,
yaitu kelompok jamur yang memiliki askokarp berbentuk botol (ciri dari genus Pyrenomycetes).
Contoh: Neurospora, Roselinia arcuata, dan Xylaria tabacina.
3. Apotesium,
yaitu kelompok jamur ascomycota yang askokarpnya berbentuk seperti cawan atau
mangkok. Contoh: Peziza aurantia (hidup sebagai saprofit di sampah),
Marshella esculenta dan Tuber sp. yang dimanfaatkan
sebagai makanan.
4. Askus te-lanjang, yaitu golongan jamur ascomycota yang
tidak memiliki askokarp (tidak membentuk badan buah) dan merupakan ciri dari
kelas Protoascomycetes. Contoh: Saccharomyces cereviceae, Candida
albicans, dan Tricoderma.
Contoh jamur jenis ascomycota beserta peranannya, yaitu:
Contoh jamur jenis ascomycota beserta peranannya, yaitu:
o
Aspergillus oryzae, sebagai pelunak adonan roti.
o
Penicilium notatum dan Penicilli chrysogenum sebagai penghasil antibiotik penisilin.
o
Aspergillus wentii, yang dimanfaatkan dalam pembuatan kecap.
o
Candida albicans, penyebab penyakit kandidiasis, yaitu penyakit pada
selaput lendir mulut vagi-na dan saluran pencernaan.
c. Basidiomycota
Ciri umum jamur ini
adalah hifanya bersekat dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang
berpasangan). Bentuk tubuh makroskopis sehingga dapat dilihat langsung, bentuk
tubuh buahnya (basidiokarp) yang menyerupai payung dan terdiri atas batang dan
tudung.
Bagian bawah tudung
terdapat lembaran-lembaran bilah sebagai tempat terbentuknya basidium. Perkembangbiakan
tidak kawin ditandai dengan pembentukan konidium. Sedangkan, fase
perkembangbiakan kawinnya dengan pembelahan basidiospora yang terbentuk pada
basidium yang berbentuk ganda.
Sebagian besar jamur
jenis ini dimanfaatkan sebagai makanan karena mengandung nilai gizi yang
tinggi. Contoh:
·
Jamur merang (VoIvarieIIa volvaceae), hidup pada lingkungan dengan
kelembapan tinggi dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
·
Jamur kuping (Auricularia polytricha), tubuh berwarna cokelat
kehitaman, hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk, dan umumnya digunakan
sebagai campuran sup.
·
Jamur shitake, hidup pada batang kayu dan banyak dibudidayakan di
Jepang dan Cina sebagai bahan makanan.
·
Puccinia graminis, merupakan parasit pada rumput.
·
Ganoderma applanatum, penyebab kerusakan pada kayu.
d. Deuteromycota
Ciri umum jamur ini
adalah hifa bersifat membentuk konidia dan belum diketahui fase
perkembangbiakannya sehingga sering disebut sebagai fungi imperfecti (jamur
tidak sempurna). Hidup sebagai parasit.
E. Alat dan Bahan
·
Alat
Bahan
a. 2 mikroskop - Jamur nasi
b. 7 cover glass -
Jamur tape
c. 7 objek glass - Jamur tempe
d. Pipet - Jamur pisang
e. Cawan petri - Jamur roti
f. Kamera - Jamur jagung
g. Kertas HVS - Jamur kentang
h. Pensil
i.
Penghapus
j.
Jarum
pentul
·
Alat
dan Bahan Makroskopik
a. Awetan jamur makroskopik
b. Tissue
c. Kertas HVS
d. Kamera
e. Pensil
F. Langkah
Kerja
·
Jamur Mikro
1.
Menyiapkan alat dan bahan.
2.
Membersihkan alat seperti kaca preparat,
kaca penutup, jarum pentul, cawan petri dengan menggunakan alkohol.
3.
Mengambil sedikit misellium jamur pada
salah satu makanan dan meletakkan dglas objek.
4.
Mengamati dengan mikroskop dan mengambar
hasil pengamatan tersebut, kemudian
membandingkan gambar dengan gambar pembanding yang dambil dari kamera.
5.
Mengklasifikasikan jenis jamur yang kita
amati.
·
Jamur Makro
1. Mengambil preparat jenis awetan jamur
yang sudah ditentukan
2. Mengamati preparat
tersebut dan menggambarnya jenis awetan tersebut.
3. Mengklasifikasi jamur
yang telah di gambar.
-
G. Hasil
pengamatan
·
Jamur
mikro
Praktikum 1
Jamur tempe
|
Rhizopus sp
|
Jamur tape
|
Saccharomyces sp
|
Jamur pisang
|
|
Jamur jeruk
|
|
Jamur tomat
|
|
Praktikum 2
Jamur roti
|
Mucor mucedo
|
Jamur nasi
|
Rhizopus oryzae
|
Jamur jeruk
|
Penicillium sp
|
Jamur kentang
|
Mucor sp
|
Jamur jagung
|
Mucor sp
|
Jamur emping
|
Rhizopus sp
|
·
Jamur
makro
H.
Pembahasan
·
Jamur Mikro
1.
Zygomycota
Zygomycota
dikenal sebagai jamur zigospora (bentuk spora berdinding tebal.
a.
Ciri-ciri Zygomycota
-
Hifa tidak bersekat dan bersifat koenositik (mempunyai
beberapa inti).
-
Dinding sel tersusun dari kitin.
-
Reproduksi aseksual dan seksual.
-
Hifa berfungsi untuk menyerap makanan, yang disebut
rhizoid.
Contoh :
·
Rhizophus stolonifer, Tumbuh pada roti
·
Rhizophus oryzae, Jamur tempe
·
Rhizophus nigricans, Menghasilkan asam fumarat
·
Mucor mucedo, Saprofit pada kotoran ternak
dan makanan
b.
Reproduksi Zygomiyota
o
Aseksual
Ujung hifa
membentuk gelembung sporangium yang menghasilkan spora. Bila spora jatuh di
tempat yang cocok akan tumbuh menjadi hifa baru. Tubuh jamur terdiri dari
rhizoid, sporangiofor dengan sporangiumnya, dan stolon. Sporangium menghasilkan
spora baru.
o
Seksual
Dua ujung
hifa berbeda, yaitu hifa– dan hifa+ bersentuhan. Kedua ujung hifa menggelembung
membentuk gametangium yang terdapat banyak inti haploid. Inti haploid
gametangium melebur membentuk zigospora diploid. Zigospora berkecambah tumbuh
menjadi sporangium. Di dalam sporangium terjadi meiosis dan menghasilkan spora
haploid. Spora haploid keluar, jika jatuh di tempat cocok akan tumbuh menjadi
hifa.
2. Ascomycota
a. Ciri-ciri Ascomycota
-
Hifa bersekat-sekat dan di tiap sel biasanya berinti
satu.
-
Bersel satu atau bersel banyak.
-
Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang
bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
-
Mempunyai alat pembentuk spora yang disebut askus,
yaitu suatu sel yang berupa gelembung atau tabung tempat terbentuknya
askospora. Askospora merupakan hasil dari reproduksi generatif.
-
Dinding sel dari zat kitin.
-
Reproduksi seksual dan aseksual.
b.
Contoh:
·
Sacharomyces cereviceae (ragi/khamir),
untuk pembuatan roti sehingga roti dapat mengembang, dan mengubah glukosa
menjadi alkohol (pada pembuatan tape).
·
Penicilium
-
Penicillium chrysogenum, untuk
pembuatan antibiotik penisilin.
-
Penicillium notatum, untuk pembuatan antibiotik
penisilin.
-
Penicillium notatum, untuk
menambah cita rasa (pembuatan keju)
-
Penicillium camemberti, untuk
menambah cita rasa (pembuatan keju)
·
Aspergilus
-
Aspergillus wentii, untuk Pembuatan kecap dan Tauco
-
Aspergillus niger, untuk Menghilangkan O2 pada sari
buah
-
Aspergillus flavus, menghasilkan racun Aflatoksin
yang menyebabkan kanker hati (hepatitis)
-
Aspergillus fumigatus, penyebab
Penyakit paru-paru pada aves
-
Neurospora sitophilla, untuk
pembuatan oncom.
-
Neurospora crassa, untuk pembuatan oncom dan
penelitian genetika, karena daur hidup seksualnya hanya sebentar.
-
Candida albicans, bersifat parasit, menyebabkan
penyakit pada vagina
3.
Basidiomycota
Sering dikenal dengan jamur gada karena memiliki organ penghasil spora
berbentuk gada (basidia)
·
Ciri-ciri Basidiomycota
-
Hifanya bersekat, mengandung inti haploid.
-
Mempunyai tubuh buah yang bentuknya seperti payung
yang terdiri dari bagian batang dan tudung. Pada bagian bawah tudung tampak
adanya lembaran-lembaran (bilah) yang merupakan tempat terbentuknya basidium.
Tubuh buah disebut basidiokarp.
-
Ada yang brsifat parasit, saprofit, dan ada yang
bersimbiosis dengan ganggang hijau dan ganggang biru membentuk lumut kerak.
-
Reproduksi secara seksual (dengan askospora) dan
aseksual (konidia).
Contoh
Basidiomycota
·
Volvariela volvacea (jamur merang)
·
Auricularia polytricha (jamur
kuping)
·
Pleurotus sp (jamur tiram)
·
Polyporus giganteus (jamur papan)
·
Amanita phaloides hidup pada kotoran ternak dan
menghasilkan racun yang mematikan
·
Puccinia graminis (jamur karat) parasit pada tumbuhan
graminae (jagung)
·
Ustilago maydis parasit pada tanaman jagung
·
Ganoderma aplanatum (jamur kayu)
·
Jamur Shitake
5.
Deuteromycota Sering dikenal sebagai fungi
imperfecti (jamur yang tak sebenarnya), karena belum diketahui
perkembangbiakannya secara seksual
a. Ciri-ciri Deuteromycota
·
Hifa bersekat, tubuh berukuran mikroskopis
·
Bersifat parasit pada ternak dan ada yang hidup
saprofit pada sampah
·
Reproduksi aseksual dengan konidium dan seksual belum
diketahui.
·
Banyak yang bersifat merusak atau menyebabkan penyakit
pada hewan-hewan ternak, manusia, dan tanaman budidaya
b. Contoh Deuteromycota
·
Epidermophyton floocosum,
menyebabkan kutu air.
·
Epidermophyton, Microsporum, penyebab penyakit
kurap.
·
Melazasia fur-fur, penyebab panu.
·
Altenaria Sp. hidup pada tanaman kentang.
·
Fusarium, hidup pada tanaman tomat.
·
Trychophyton tonsurans,
menimbulkan ketombe di kepala
·
Jamur Makro
o
Jamur Tiram Putih
Ciri-ciri :
-
Tubuh
buah berwarna putih hingga krem
-
Tudungnya
berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak
cekung
-
Tubuh
buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping
Morfologi
-
Tudung merupakan tubuh buah dari jamur.
-
Lamella merupakan lembaran-lambaran yang terdapat
dibawah tudung.
-
Tangkai merupan badan yang mendukung tudung/tubuh buah.
-
Substrat adalah tempat hidup jamur.
Anatomi
-
Jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang
berukuran 8-11×3-4μm.
-
Miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.
Manfaat :
-
sebagai makanan
-
menurunkan
kolesterol,
-
sebagai antibakterial dan antitumor,
-
serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim
oksidasi.
-
Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam
membunuh nematoda.
Habitat :
-
Ditemukan di hutan bawah pohon berdaun lebar/ dibawah
tanaman berkayu.
Perkembangbiakan
:
-
Reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang
terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora
atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam
konidium.
-
Secara seksual, reproduksinya terjadi melalui
penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina
membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa.
o Jamur Merang
Ciri-ciri :
-
Tubuh buah yang masih muda berbentuk bulat
telur, berwarna cokelat gelap hingga abu-abu dan dilindungi selubung.
-
Pada tubuh buah jamur merang dewasa,
tudung berkembang seperti cawan berwarna coklat tua keabu-abuan dengan bagian
batang berwarna coklat muda.
-
Jamur merang yang dijual untuk keperluan
konsumsi adalah tubuh buah yang masih muda yang tudungnya belum berkembang.
No
|
Ciri –
ciri
|
Volvariella
volvaceae
|
1.
2.
3.
4
5..
|
Bentuk
tubuh
Substrat
Struktur
organ
Warna
Alat
reproduksi
|
Bentuk
payung dengan tangkai yang letaknya sentral
Tempat
yang lembab,pada tumpukan jerami yang lembab(saprofit)
Spora,himenium,basidiocarp,substrat,himefora,velum
universal bursa,thallus,anulus.
Coklat,gelap
hingga abu-abu dan dilindungi selubung
Dengan
basidiospora yang terdapat pada basidium
|
Manfaat :
-
Sebagai bahan dasar masakan dan makanan
ringan.
-
Kandungan antibiotiknya berguna untuk pencegahan
penyakit anemia, menurunkan darah tinggi dan pencegahan penyakit kanker.
-
Eritadenin dalam jamur merang dikenal sebagai penawar
racun.
o Jamur Kayu
Ciri-ciri :
-
Tubuh terdiri dari satu
sel (uniseluller) dan bersel banyak (multiseluller). Sel berbentuk benang
(hifa).
-
Hifa akan bercabang-cabang membentuk
bangunan seperti anyaman yang disebut miselium.
-
Ganoderma applanatum tubuh buahnya
berbentuk setengah lingkaran, banyak terdapat pada kayu lapuk.
-
tidak mempunyai batang dan bertumbuh di
atas batang-batang.
-
Cendawan yang baru bertumbuh berwarna
kuning muda kecoklatan, setelah itu Ganoderma applanatum akan berubah warna
menjadi coklat.
NO
|
Ciri-Ciri
|
Ganoderma
applanatum
|
1
|
Bentuk
tubuh
|
Seperti
kipas,berbentuk setengah lingkaran
|
2
|
Substrat
|
Pada
kayu-kayu yang telah lapuk
|
3
|
Struktur
Organ
|
Basidium,himenium,basidicarp,himenofora,lamella,tallus
|
4
|
Warna
|
Coklat,tepinya
putih(atas).
|
5
|
Alat
Reproduksi
|
Spora,Fragmentasi
|
Habitat :
-
Hidup pada tempat yang lembab dan tidak
menyukai akan adanya cahaya.
Perkembangbiakan
:
-
vegetatif : spora vegetatif
-
fragmentasim(pemisahan)
Reproduksi aseksual dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk spora pada basidium.
Reproduksi aseksual dengan fregmentasi sedangkan reproduksi seksual dengan membentuk spora pada basidium.
o Jamur Paku
Ciri-ciri :
-
Batang dari tubuh buah sering
melengkung, karena shiitake tumbuh ke atas dari permukaan batang kayu yang
diberdirikan.
-
Payung terbuka lebar, berwarna coklat
tua dengan bulu-bulu halus di bagian atas permukaan payung, sedangkan bagian
bawah payung berwarna putih
Manfaat :
-
Jamur shiitake segar atau dalam bentuk
kering sering digunakan dalam berbagai masakan di banyak negara.
-
Shiitake segar biasanya dimakan sebelum
payung bagian bawah berubah warna. Batang shiitake agak keras dan umumnya tidak
digunakan dalam masakan.
Habitat :
-
tumbuh di permukaan batang kayu yang
melapuk
o Jamur Kuping
Ciri-ciri :
-
Memiliki tubuh buah yang kenyal (mirip gelatin)
jika dalam keadaan segar.
-
Namun, pada keadaan kering, tubuh buah
dari jamur kuping ini akan menjadi keras seperti tulang.
-
Bagian tubuh buah dari jamur kuping
berbentuk seperti mangkuk atau kadang dengan cuping seperti kuping, memiliki
diameter 2-15 cm, tipis berdaging, dan kenyal.
Manfaat :
-
Untuk mengurangi penyakit panas dalam
dan rasa sakit pada kulit akibat luka bakar.
-
Bila jamur kuping dipanaskan maka lendir
yang dihasilkannya memiliki khasiat sebagai penangkal (menonaktifkan) zat-zat
racun yang terbawa dalam makanan, baik dalam bentuk racun nabati, racun residu
pestisida, maupun racun berbentuk logam berat.
-
Kandungan senyawa yang terdapat dalam
lendir jamur kuping juga efektif untuk menghambat pertumbuhan karsinoma dan
sarkoma (sel kanker) hingga 80-90% serta berfungsi sebagai zat anti koagulan
(mencegah dan menghambat proses penggumpalan darah).
-
Untuk mengatasi penyakit darah tinggi
(hipertensi), pengerasan pembuluh darah akibat penggumpalan darah, kekurangan
darah (anemia), mengobati penyakit wasir (ambeien), dan memperlancar proses
buang air besar
Habitat :
-
Menempel
di kayu.
Perkembangbiakan
:
-
Cara reproduksi vegetatif dari jamur
kuping adalah dengan membentuk tunas, dengan konidia, dan fragmentasi miselium.
-
reproduksi generatif jamur kuping adalah
dengan menggunakan alat yang disebut basidium, basidium berkumpul dalam badan
yang disebut basidiokarp, yang selanjutnya menghasilkan spora yang disebut
basidiospora.
I.
Kesimpulan
1. Jamur atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan
yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof.
2. Pada jamur
yaitu tidak memiliki klorofil dan tidak dapat melakukan proses fotosintesis
3. Berdasarkan
hasil pengamatan Pada jamur makro yaitu Lentinula edodes, Auricularia
polytricha, Volvariella volvaceae, Pleurotus astreatus, sedangkan pada
jamur mikro yaitu Rhizopus oryzae, Aspergillus oryzar, Saccharomyces
cerevisiae, Mucor mucedo.
4. Percabangan hifa membentuk jaringan miselium yang
berfungsi untuk menyimpan makanan.
5. Sedangkan
jamur yang kita amati pada
praktikum adalah:
a.
Jamur Tempe (Rhizopus oligosporus) :
bentuknya menyerupai akar/ rhizoid, koloni jamur ini berwarna putih pada
permukaan tempe, hifa tidak bersekat, dan termasuk pada divisi Zygomycota jamur
ini bermanfaat dalam pembuatan tempe.
b.
Jamur Roti (Mucor mucedo): bentuk seperti
benang putih dan ada juga yang berbnetuk sperti jarum pentul, koloni ini
titik-titik hitam, hifa tidak bersekat dan termasuk pada divisi Zygomycota.
J.
Daftar
pustaka
-
Waluyo,
Lud, 2005.Mikrobiologi Umum. Universitas Muhammadiyah : Malang.
-
Kimball, J.W. 1983.Biologi Jilid 3 Edisi 5. Jakarta.
Erlangga
-
Cambell,
N. A. 2003. Biologi Edisi kelima-Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
-
Tjitrosoepomo,Gembong.Taksonomi
Tumbuhan.Yogyakarta : Gadjah Mada University Press, 1989.
Geen opmerkings nie:
Plaas 'n opmerking